Brosur Pendaftaran Calon santri/wati 2017

Brosur Pendaftaran Calon santri/wati 2017

Assalamu’alaikum wr. wb. Sekretariat Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah telah menerbitkan brosur penerimaan santri/wati baru untuk tahun ajaran 2017-2018. More »

SELEKSI MUSABAQAH HIFZHIL QURAN KE-3 ANTAR PESANTREN DAN LEMBAGA TAHFIZ    DI 14 WILAYAH SE-INDONESIA

SELEKSI MUSABAQAH HIFZHIL QURAN KE-3 ANTAR PESANTREN DAN LEMBAGA TAHFIZ DI 14 WILAYAH SE-INDONESIA

Pendaftaran peserta MHQ dapat dilakukan pada panitia wilayah di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan atau jutlak dapat juga didownload dari website: raudhah.ac.id dan penyerahan dokumen pendaftaran dapat diantar langsung atau dikirim melalui via email: sekretarispusatraudhah@gmail.com. More »

Amaliyah Tadris

Amaliyah Tadris

Sambutan Drs. KH. Rasyidin Bina, MA Pada Pembukaan Amaliyah Tadris Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Medan. Sumatera Utara. Indonesia More »

Gedung Serba Guna Pon. Pes. Ar Raudlatul Hasanah

Gedung Serba Guna Pon. Pes. Ar Raudlatul Hasanah

Gedung serba guna/ gedung olah raga pesantren arraudlatul hasanah ini, adalah gedung yang berfungsi untuk berbagai kegiatan santri dan santriwati pesantren More »

Ar-Raudlatul Hasanah Memperoleh Izin Pendirian Sekolah Tinggi

Ar-Raudlatul Hasanah Memperoleh Izin Pendirian Sekolah Tinggi

Kemenag RI menyerahkan SK Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah, Medan. Rabu, 18 Januari 2017 More »

Silaturrahim Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak. Lukman Hakim Saifuddin

Silaturrahim Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak. Lukman Hakim Saifuddin

Penandatanganan Prasasti Gedung Al-Azhar Oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak. Lukman Hakim Saifuddin More »

 

Category Archives: Kunjungan Tamu

Seminar Pendidikan Tinggi Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Sedang Berlangsung

Seminar dari Prof. Suparman Syukur, M.A., Prof. Imam Suprayogo, di moderatori oleh Handika Surbakti, S.H.I di Pesantren ar-Raudlatul Hasanah

Seminar dari Prof. Suparman Syukur, M.A., Prof. Imam Suprayogo, di moderatori oleh Handika Surbakti, S.H.I di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Raudlah. Seminar Pendidikan Tinggi Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sedang berlangsung. Dengan semboyan sebagai “Prospek Perguruan Tinggi Yang Lahir Dari Rahim Pondok Pesantren” dihadiri oleh tamu istimewa Prof. Suparman Syukur, M.A, (Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang) Prof. Imam Suprayogo, MA (Guru Besar UIN Maliki Ibarahim Malang), Dr. Agus Sholih, MA (Kesubdit Dikti), Prof. Dr. Haidar Daulay, MA (Guru Besar UIN SU), DR. Abdul Hafiz Zeid, MA (UNIDA),  dan Dr. Arifin Islamil, MA, disambut oleh bapak Badan Wakaf, Direktur, dan Civitas Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Kepala Bidang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ahad. 16/04/17.

Akademi Cordoba Indonesia Sosialisasi Cara Membaca Al-Qur’an Sistem 3 Hari di Ar-Raudlatul Hasanah

Ust. Dindin Ketika Menyampaikan Materi Cordobana Tahsin di Multimedia Ar-Raudlatul Hasanah Medan

Ust. Dindin Ketika Menyampaikan Materi Cordobana Tahsin di Multimedia Ar-Raudlatul Hasanah Medan

Membaca al-Qur’an adalah ibadah umat muslim. Bahkan ganjaran pahalanya dihitung perhuruf dari yang dibaca. Untuk itu dalam rangka memperbaiki bacaan agar lebih baik dan benar, Tim Akademi Cordoba Indoensia; Ust. Sya’ban & Ust. Didin Nur Hasan memperkenalkan metode belajar membaca Al-Qur’an ke Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan sistem 3 hari, (Mudah belajarnya cepat bisanya). Strategi jitu yang dibawa dari Surapati-Bandung tersebut di kemas dalam 3 materi pokok. Pertama. Cordobana Membaca Al-Qur’an, kedua. Cordobana tahfiz, ketiga. Corma (Cordobana Terjemah), masing-masing sistem menghabiskan waktu selama 3 hari, maka untuk menguasai keseluruhan sistemnya dibutuhkan sekitar 9 hari. Pelatihan terhitung sejak pukul. 08.00 wib-17.00 wib. Jum’at. 20/03/17

Silaturrahim Pondok Pesantren Al-Amin Modern Bengkalis Riau ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Saat Study Tour ke Medan

Kunjungan pondok pesantren Al-Amin Bengkalis Riau ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasana

Kunjungan pondok pesantren Al-Amin Bengkalis Riau ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasana

Kunjungan pondok pesantren Al-Amin Bengkalis Riau ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai pembekalan sebelum kembali ke pondok asal. Di ketuai oleh Ust. H. Afrizan Nordin selaku kepala rombongan, ditemani 5 orang guru membawa 33 santri/wati. Dalam hal ini tamu disambut langsung oleh wakil Direktur Ust. H. Solihin Adin, S.Ag dan Wakil Pimpinan H. Abdul Aziz Tarigan. Medan, 4/3/17

Kunjungan Ulama Besar Ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Kunjungan habib jindan bin novel bin salim jindan ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Kunjungan Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

   Raudlah. Seorang ulama besar datang berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Ia adalah Habib Jindan Bin Novel bin Salim Jindan. Kunjungan tersebut diadakan di masjid  Jami’ Ar-Raudlatul Hasanah dihadiri oleh santri dari kelas 1 hingga kelas 5 dan para asatidz. 01/03.

Guru Bertanya M. Fauzil Adhim Menjawab

Bapak M. Fauzil Adhim saat mengisi seminar guru di RH

Bapak M. Fauzil Adhim saat mengisi seminar guru di RH

Raudlah. Diskusi guru-guru dengan bapak Fauzil Azim selaku pakar Islamic Parenting Jombang-Jatim di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlangsung aktif, suasana diskusi terjalin dengan tanya jawab yang begitu lugas dan jawaban yang tegas dan komunikatif, di hadiri oleh 30 orang guru dengan di sambut oleh Ust. Qosim Nursheha, Lc, M.Ud di kantor sekretaris pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Ahad, 19/2/17

 Lewat tausiah, ceramah dan tanya jawab beliau menyampaikan materinya. Salah satu point pentingnya bahwa mengatakan tidak dalam mendidik anak itu boleh,  asalkan kita berikan alasannya pada anak. Dalam bahasa bapak Fauzil Azim di sebut teori  psykologi does and done.

Santri/wati Kelas Lima Jabal Nur Berkunjung Ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Santri-wati kelas lima Jabal Nur berkunjung   kepesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Santri/wati Kelas lima Jabal Nur Berkunjung Ke pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

   Raudlah. Pesantren Jabal Nur Kandis- siak- Riau, mengirimkan santri/wati kelas lima (kelas dua aliyah), ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam rangka silaturrahim dan study banding.  Puluhan santri/wati yang ikut tersebut adalah pengurus organisasi yang baru dilantik beberapa minggu sebelumnya, berharap dapat bertukar pikiran untuk memajukan dakwah di pondok dan daerah masing-masing nantinya. Sambut Ust. Robithoh Al-Fariz, S.HI, MA selaku kepala rombongan. 16-17/02

  Dalam penyambutannya pesantren Ar-Raudlatul Hasanah telah mempersiapkan mess sebagai tempat istirahat, beserta konsumsinya. Selain dari pada itu juga, seluruh santri/wati Jabal Nur di ikut sertakan dalam beberapa kegiatan santri/wati Raudlah seperti cross country, dan Muhadharah, sedangkan malamnya diadakan diskusi bersama antara Organisasi Santri Pondok Pesantren Jabal Nur (OSP2JN) dengan Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) di mesjid lantai 2 dibimbing langsung oleh ustadz/ustadzah pengasuhan pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

MDT Gonsol Study Banding Ke Ar-Raudlatul Hasanah

Penyambutan Rombongan MDT Gongsol Brastagi di Gedung Azhar Ar Raudlah Hasanah

Penyambutan Rombongan MDT Gongsol Brastagi di Gedung Azhar Ar Raudlah Hasanah

   Raudlah. Kunjungan studi banding, MDT Islamiyah Gongsol Gundaling ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berakhir dengan membawa mereka keliling pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kegitan keliling ini bertujuan agar dapat menunjukkan mereka macam-macam ruangan di pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan juga fasilitas serta kegiatan keseharian di pondok. Studi Banding yang di Pimpin oleh Bapak. Endi Lubis selaku ketua rombongan, memiliki misi dan visi. Yaitu agar terbuka akal serta pikiran dan menjadi target anak-anak untuk bisa masuk dan bersekolah di Pesantren ini setelah lulus SD Brastagi kelak. Untuk kali perdana, beliau membawa anak didik berjumlah 30 orang dan 10 orang guru. Disambut di gedung Al-Azhar oleh kepala seksi umum Ust. Mar’an Sabuqi, M.Pem.I . Sabtu. 04/02

Suprise Pembukaan Tahun Ajaran Baru; Buya Afif Hamka Berpesan

Orasi Buya Afif Hamka di Hadapan Seluruh Santri-wati Ar-Raudlatul Hasanah

Orasi Buya Afif Hamka di Hadapan Seluruh Santri-wati Ar-Raudlatul Hasanah

Raudlah- kunjungan Buya Afif Hamka anak ke 9 ulama tersohor tanah maninjau H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menumbuhkan semangat jiwa berjuang santri. Diantara tutur beliau: “Tanamkanlah al-qur’an di dalam jiwamu, pikiranmu dan pergerakanmu, sebab darinya akan timbul keberanian tanpa takut, akan tumbuh semangat pantang ragu, akan muncul pikiran cemerlang nan cerdik, ingat anak-anakku, jika Al-qur’an, Agama di usik dan kamu tidak merasa terusik maka segera ganti pakaianmu dengan kain kafan” Pertemuan setelah isya tersebut terasa hikmat, tampak antusias santri dengan beragam pertanyaan seputar dakwah Buya Afif? Tips Buya Hamka membesarkan anak-anaknya sehingga bisa sukses? Cara Buya Hamka membagi waktu untuk berkarya? Dan juga sisi spiritualnya buya hamka? Ahad, 15/01/ 2017.

Silaturrahim Menteri Agama RI Ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan; Suasana Kumpul Keluarga Kandung Erat Terjalin.

Penyambutan menteri agama bapak Lukman Hakim Saifuddin oleh Direktur, dan Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Penyambutan menteri agama bapak Lukman Hakim Saifuddin oleh Direktur, dan Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

     Silaturrahim Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Lukman Hakim Saifuddin ke Pesantren Ar-Raudlatul  Hasanah (RH) Medan berlangsung singkat. Menurut jadwal perjalanannya,  RH adalah destinasi ke 4 sebelum beliau bertolak ke Ibu Kota. Dan dalam pertemuan singkat tersebut, seluruh  hadirin, tampak hikmat menyimak sambutan beliau yang menurut beberapa peserta yang hadir, sambutan tersebut adalah ungkapan tulus dari hati beliau. Karena pidato tersebut mampu mengetuk hati, demikian transkip pidato singkat beliau disalin kembali oleh sekretariat Pesantren, mudah-mudahan dapat menginspirasi para santri/wati, guru-guru dan para alumni pondok pesantren khususnya. Semoga kedatangan beliau mendatangkan berkah dan maslahat kepada kita semua. Aamiin Tutup Al-Ustadz KH. Rasyidin Bina, M.A (Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah). Jum’at, 18/11/16.

Menteri Agama Republik Indonesia, Direktur dan Sekretaris Pesantren Memasuk Gedung  Pertemuan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Menteri Agama Republik Indonesia, Direktur dan Sekretaris Pesantren Memasuk Gedung Pertemuan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Orasi Menteri Agama RI di Podium Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Orasi Menteri Agama RI di Podium Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

     Berikut 5 Poin Penting Pidato Inspiratif  Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Lukman Hakim Saifuddin, ketika berkunjung di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah,  Medan, Sumatera Utara, Indonesia. (Disarikan oleh sekretariat Pesantren dengan mengambil poin dari bahasa verbal yang langsung beliau sampaikan pada pertemuan tersebut.)

Assalamu’alaikum wr.wb

……………………………………………………….

……………………………………………………….

 

  1. Syukuri hidup di Pesantren, karena di sanalah karakter di bentuk

     “Selama saya hidup lebih dari 50 tahun, tepatnya 54 tahun usia saya, kalau ditanya masa-masa terindah sebagai apakah mengarungi hidup ini, maka dengan pasti tegas saya katakan masa-masa terindah saya adalah ketika saya mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren. Tentu banyak yang membentuk karakter kita seperti sekarang dan itu patut disyukuri, ketika disekolah dasar, di sekolah lanjutan pertama, lanjutan atas, perguruan tinggi dan seterusnya dan seterusnya, tapi kalau saya boleh mengulang fase kehidupan, seperti apa yang akan saya pilih untuk saya bisa mengulang  masa-masa lalu maka dengan tegas saya mengatakan itulah masa-masa ketika saya berada di pondok Pesantren.”

  1. Pesantren sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda yang islami; guna menjadi pemimpin dan tokoh masyarakat di masa yang akan datang

     “Saya ingin mengatakan masa-masa terindah karena disitulah kita banyak sekali mendapatkan kesempatan, peluang untuk meningkatkan potensi kita. kemampuan kita itu sesungguhnya luar biasa besarnya dan pesantren telah memberikan sentuhan-sentuhan bahkan tidak hanya sentuhan, penanaman-penanaman yang luar biasa sehingga potensi yang kita miliki itulah yang kemudian terasah, kemudian bisa teraktualisasi, bisa kemudian mewujud menjadi talenta-talenta bakat-bakat yang baik, dan Indonesia bersyukur karena Indonesia memiliki pesantren bahkan ribuan pesantren, di data kami kementerian agama tidak kurang dari 28.961 Pondok Pesantren se Indonesia dan mereka hidup bahkan sebagian sejak ratusan tahun yang lalu, usianya sudah cukup lama dan sekarang banyak sekali jabatan-jabatan strategis tidak hanya di DPR, tidak hanya di Eksekutif, tapi juga di  yudikatif, di lembaga kehakiman, bahkan diluar tiga cabang kekuasaan, diluar eksekutif, legislatif, yudikatif itu banyak sekali diduduki oleh alumni-alumni pesantren,  oleh karenanya saya ingin menegaskan meneguhkan kepada khususnya para santri yang ada di sini seluruh santri Raudlatul Hasanah untuk manfaatkan waktu yang tidak banyak selama kita berada di pesantren itu.”

  1. Manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin selama di Pesantren, karena penyesalan selalu datang belakangan.

     “Saya terus terang, saya amat sangat menyesal karena 4 tahun ketika saya di pondok pesantren di Gontor dulu itu banyak hal yang tidak saya tekuni, banyak hal yang tidak saya dalami saya sekarang baru terasa, penyesalan saya, oleh karenanya, waktu yang tidak lama, karena saudara-saudara sekalian tidak akan selamanya di pondok pesantren ini…”

  1. Seluruh aktifitas kehidupan di Pesantren, PERDETIKnya adalah PENDIDIKAN.

   “…Suatu saat santri-santri semua akan meninggalkan pondok pesantren ini untuk mengembangkan kemampuannya di jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau langsung terjun ketengah-tengah masyarakat karenanya manfaatkan betul, karena semua peristiwa, kejadian di pondok pesantren ini tidak satu detikpun yang tidak ada makna pendidikannya, semua kehidupan kita di pondok pesantren itu hakekatnya adalah syarat dengan edukasi, syarat dengan pendidikan penuh dengan bagaimana agar, sekali lagi  potensi yang kita miliki bisa terasah bisa teruji, dan lalu kemudian bisa dimanfaatkan untuk pada saatnya nanti kita terjun di tengah-tengah masyarakat, semuanya tentu hafal “Man Jadda, Wajada” Man Shobara, Zofira. Man Shara, ‘aladdarbi, wasola”  saya pikir hal-hal yang seperti itu, itu betul-betul kita, tidak hanya sekedar kita hafal, tapi betul-betul melekat pada diri kita, sehingga kemudian bisa teraktualisasikan, bisa terwujud pada kegiatan kita secara nyata.”

  1. Ucapan terima kasih Menteri Agama Republik Indonesia kepada segenap guru-guru yang telah memberikan segalanya kepada para santri dan untuk masyarakat Indonesia pada umumnya.
Sambutan Menteri Agama RI di Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan

Sambutan Menteri Agama RI di Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan

     “Saya pikir inilah yang bisa saya sampaikan, saya mohon maaf karena waktu juga sangat terbatas, saya harus kembali ke bandara untuk kembali melaksanakan tugas-tugas di Jakarta. Selamat kepada Para santri, teruslah tekun belajar, dan saya mengakhiri sambutan ini menyampaikan terima kasih yang tiada terhingga, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh asatidz yang telah memberikan segalanya tidak hanya untuk para santri tapi untuk masyarakat Indonesia. Saya Akhiri Wabillahi Taufik Wal Hidayah.Wassalmu’alikum wr.wb.”

     Demikian 5 poin penting yang disampaikan beliau, pada saat kunjungan perdananya di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Akhir kata dan harapan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah: “Gerbang pesantren selalu terbuka untuk Antum, Para santri-santriwati rindu akan arahan dan nasehat dari Antum, kami menunggu kunjungan Bapak Menteri Agama untuk kedua, ketiga, bahkan untuk kesekian kalinya, selaku mukmin dan alumni pondok pesantren yang sama-sama kita jadikan kiblat dalam mengembangkan pendidikan. kami mendo’akan semoga bapak selalu dalam lindungan dan rahmat Allah swt. Aamiin ya rabbal’alamin”

Silaturrahim Prof. Amsal Bachtiar, Menghembuskan Angin Sejuk Pendirian STEBI Ar-Raudlatul Hasanah

Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, berkunjung Ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, berkunjung Ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

       Kunjungan Silaturrahim Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menambah keakraban dan informasi kepada dewan guru dan guru baru. Dengan duduk bersama di ruang guru al-azhar, beliau menyampaikan bagaimana perjuangannya memperjuangkan universitas, dan sekolah tinggi yang sedang merintis, serta meninjau langsung ke lapangan, termasuk di dalamnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Islam yang ada di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan ini. Dan Informasi berharganya bahwa dalam waktu dekat di usahakan izin pendirian sekolah tinggi di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, bisa turun. Sabtu, 10/09.

Sambutan Prof. Amsal Bakhtiar di hadapan Degur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Sambutan Prof. Amsal Bakhtiar di hadapan Degur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

      

“Saya usahakan kalau bisa secepatnya bisa keluar izin pendirian STEBI ini. Langkah lebih baik, dari Bapak KH.Rasyidin Bina, MA untuk sering-sering mengirim sms ke saya, karena begitu di bicarakan sekali, terkadang untuk menanyakan perkembangan lanjutannya saya lupa, bukan bermaksud sengaja melupakan tapi karena begitu masuk kantor kerjaan sudah menumpuk, berkas-berkas, rapat, kunjungan-kunjungan keluar, sehingga terkadang saya lupa, sebab ada kurang lebih sekitar 700 berkas yang ingin saya kerjakan.” Petikan sambutan langsung dari bapak profesor saat berorasi didepan dewan guru dan guru pengabdian baru, notabe calon mahasiswa yang siap menjadi mahasiswa perdana jika izin operasionalnya telah turun.

Serah Terima Cinderamata oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kepada Bapak. Prof. Amsal Bakhtiar

Serah Terima Cinderamata oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kepada Bapak. Prof. Amsal Bakhtiar

       Terlalu singkat kunjungan bapak Direktur Pendidikan Tinggi Islam tersebut di Ar-Raudlatul Hasanah, tiba di RH setelah isya’ dan kini sudah ingin kembali ke penginapan sebelum genap pergantian hari. Diakhir sebelum beliau pulang “Tidak ada harapan dan lainnya selain dari pada turunnya izin operasional STEBI ini bapak Profesor. Bermaksud agar niat dakwah untuk umat, niat bermanfaat untuk umat dapat meluaskan gaungnya ke kancah perguruan tinggi” tutup bapak KH. Rasyidin Bina, MA Menutup perjumpaan. Id. Irhas

Prof. Amsal Bakhtiar bersama Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan para pembantunya

Prof. Amsal Bakhtiar bersama Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan para pembantunya