Banyak hujan, tetapi sedikit tanaman ( salah satu tanda kiamat)

santri/ wati menanggapi hujan yang terjadi di pesantren ar-raudlatul hasanah
hujan asam merupakan salah satu tanda kiamat

Dari Abdullah bin amr bin ash rhuma, dia berkata: “ dajjal itu memiliki tanda tanda yang tertentu apabila mata air kering, sungai- sungai habis airnya, bung- bunga yang harum baunya menguning layu, madzhij dan hamdan berpindah dari Irak, lalu qinnasrin turun maka kalian tunngulah dajjal pada pagi hari atau sore harinya”.

Revolusi indrustri yang di tandai dengan di temukannya mesin uap telah menjadi babak baru bagi beragam penemuan teknologi susulan Continue reading “Banyak hujan, tetapi sedikit tanaman ( salah satu tanda kiamat)”

Penat Usai, Senyum pun Merekah

12826117_1071270526263815_1294531211_n         Seakan terbebas dari jeruji besi sel penjara, santri bersorak-sorai    bahagia mengapresiasikan kebahagiaan masing-masing jiwa setelah  menjalani hari-hari penuh kepenatan dan kejenuhan. Sehingga, bukan  hal yang tabu jika melihat wali santri berdatangan dengan membawa  berbagai hidangan menggiurkan lidah. Ada yang bernyanyi, bercerita,  bermalas-malasan, mencuci, maupun menggosok.

Continue reading “Penat Usai, Senyum pun Merekah”

Hentakan kaki-kaki Berprestasi

lambang PASBANSAR
lambang PASBANSAR

Ayunan-ayunan kaki layaknya pasukan yang ingin berperang,jeritan-jeritan suara aba-aba layaknya pasukan siap berperang. Ya inilah pasbansar (pasukan barisan santri raudhah),banyak prestasi yang telah mereka torehkan untuk pesantren mulai dari daerah kecamatan medan tuntungan sampai daerah regional kota Medan. Tapi, banyak dari santri tidak tahu bagaimana sejarah pasbansar itu sendiri terbentuk nah, berikut penjelasannya. Continue reading “Hentakan kaki-kaki Berprestasi”

IMAM BUKHORI, SANG PERAWI HADITS NOMOR SATU

kitab-kitab turats karangan imam bukhori
Kitab-Kitab Turats Karangan imam bukhori

   Imam Bukhori. Nama itu barangkali sangat akrab di telinga kita. Seorang perawi hadits nomor satu yang meriwayatkan ratus ribuan hadits dari 1000 syeikh bahkan lebih. Simaklah apa yang dikatakannya kepada kita tentang hadits-haditsnya itu. “Saya meriwayatkan hadits dari 1000 syeikh bahkan lebih. Tidak satu pun hadits yang saya riwayatkan kecuali saya sebutkan sanadnya.” Hadits-hadits itulah yang terkumpul dalam sebuah kitab yang kita kenal dengan sebutan Shahih Bukhori. Continue reading “IMAM BUKHORI, SANG PERAWI HADITS NOMOR SATU”

Membaca Saja Tidak Cukup

Santri/wati Pesanen Ar-Raudhatul Hasanah membiasakan diri untuk Menulis dan membaca
Santri/wati Pesanen Ar-Raudhatul Hasanah membiasakan diri untuk Menulis dan membaca

   Membaca adalah hal yang sangat bermanfaat. Karena dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Jika kita banyak tahu maka kita akan jauh dari yang namanya kebodohan dan kemiskinan. Tapi ada baiknya disamping membaca kita juga menulis. Karena ilmu bagaikan binatang buruan yang harus di ikat dengan kuat. Nah, bagaimana cara mengikatnya? Ikatlah ilmu dengan menulisnya.

   Afkar Study Club adalah klub kajian keislaman yang didirikan lewat kerjasama seksi perpustakaan dengan balitbang, terkhusus dalam mengembangkan pola pikir ilmiyah dan pola pikir kritis dalam menyikapi permasalahan terkini. Continue reading “Membaca Saja Tidak Cukup”

Ala Bisa Karena Ikhlas

ikhlas menerima kesalahan dan belajar dari setiap kesalahan, karna itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani hidup di Pesantren ar-Raudhatul Hasanah.
ikhlas menerima kesalahan dan belajar dari setiap kesalahan, karna itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani hidup di Pesantren ar-Raudhatul Hasanah.

Raudlah. Pesantren adalah lembaga pesantren Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Di Pesantren kita di didik untuk tidak menggantungkan diri kepada orang lain, belajar mencukupi, dan menolong diri sendiri. Seperti mencuci sendiri, bertanggung jawab terhadap alat-alat sendiri, memegang keuangan sendiri, bangun cepat, serta mandi & makan tepat waktu, dan lain sebagainya. Itu semua harus mereka lakukan sendiri. Jika tidak pandai mengatur semuanya maka hidup di Pesantren akan sedikit kesulitan.

Ada sedikit kekhawatiran tampak di wajah orang tua santri dan santriwati anak baru, ketika mereka mencoba ikhlas melepaskan anaknya hidup di Raudlah sedang mereka belum terbiasa hidup mandiri dan mengatur diri sendiri. Tidak jarang keluhan keluhan sang anakpun menguji ketabahan hari orang tua Seperti kesulitan mencuci baju, kebingungan merapikan lemari, bahkan ketidak cocokan dalam berpakaian pun sering di keluhkan sang anak pada orang tuanya ketika menelpon. Namun, di Raudlah inilah yang dikatakan pendidikan. “Apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka rasakan, semuanya adalah pendidikan.” Seiring berjalannya waktu, insya Allah mereka akan terbiasa dengan semua kegiatan dan kedisiplinan pesantren dengan sendirinya.

Continue reading “Ala Bisa Karena Ikhlas”

Semarak Musabaqah Qiraatil Kutub, Ajang kompetisi Antar Pondok Pesantren Hidup kembali

Pembukaan Musabaqah Qiroatul Kutub RH 2017
Pembukaan Musabaqah Qiroatul Kutub RH 2017

   Raudlah. Untuk menyambung silaturahmi antara pesantren se-sumbagut, pesantren Ar- Raudlatul Hasanah mengadakan Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) yang diselenggarakan selaama dua hari pada tanggal 4-5 Februari dengan 4 cabang berbeda, diantaranya: Cabang tafsir di depan gor, dengan menggunakan Kitab Tafsirul Quranil ‘Azim. Cabang hadist di depan masjid, dengan menggunakan Kitab Sahih Muslim. Cabang Fiqih di depan Rabiah Adawiah, dengan menggunakan Kitab Fathul Mu’in. Cabang akhlak di depan rusunawa, dengan menggunakan Kitab Ihyau Ulumuddin. 5/3/17 Continue reading “Semarak Musabaqah Qiraatil Kutub, Ajang kompetisi Antar Pondok Pesantren Hidup kembali”