TIGA PRINSIP SUKSES DI MASA MUDA

Sejak dilahirkan kedunia manusia telah dihadapkan oleh 2 pilihan , yaitu kesuksesan dan kegagalan , ini dibuktikan bahwa manusia telah

ar-raudlatul hasanah sukses
ar-raudlatul hasanah sukses

mengalahkan sekitar 250 juta sel sperma untuk menjadi sang juara. Hidup dimasa muda, sangat penting untuk menentukan jati diri seseorang, dalam hal mengembangkan sifat, karakter dan akhlak. Waktu muda mempunyai waktu yang begitu banyak, terhitung bisa mencapai 10 tahun, mulai dari umur 14 tahun sampai 25 tahun. Continue reading “TIGA PRINSIP SUKSES DI MASA MUDA”

Sukses Di Tangan Kita!

Ujian akhir tahun di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sudah di depan mata. Bagaimanakah persiapan santri/wati ArRaudlatul Hasanah pada ujian kali ini?Sudah siapkah mereka?Atau pasrahkah mereka?Semangatkah mereka karena ujian dibarengi puasa ramadhan?Atau menyerahkah mereka membayangkan laparnya perutdan hausnya dahaga ketika harus menjawab soal-soal ujian?

Sukses di tangan santri Ar-Raudlatul Hasanah
Sukses di tangan santri Ar-Raudlatul Hasanah

Kenali diri.Ya.. Untuk menghadapi ujian akanlah lebih baik jika para santri mengenali masing masing diri mereka.Dianjurkan bagi santri untuk mencari cara agar mudah menghafal dan memahami pelajaran.Banyak cara yang biasa digunakan santri untuk menghafal seperti mencari ruangan untuk menghafal sendirian, menghafal melalui coretan, berteriak, atau menghafal di tengah-tengah orang agar dapat diperbaiki jika salah.

Continue reading “Sukses Di Tangan Kita!”

Ke Raudlah Apa yang Kau Cari?

Tujuan Utama Datang ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah      Setiap santri harus menyadari dan memahami dengan benar untuk apa datang ke Raudlah? Apakah datang untuk mencari enaknya saja? Ataukah hanya untuk mencari Kelas? Nama? Teman? Kalau datang ke Raudlah hanya untuk mencari teman dan keramaian, maka bukan disini tempatnya. Di pasar dan bioskop teman lebih banyak didapatkan. Kalau datang ke Raudlah untuk apa? Kalau santri menjawab: “ Saya datang ke Raudlah, semata- mata untuk mencari ilmu dan pendidikan”, inilah jawaban yang tepat. Continue reading “Ke Raudlah Apa yang Kau Cari?”

Ujian Semakin Dekat

Ujian semakin dekat

Ujian pada (13/05) di pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bukanlah ujian biasa, terlebih pada tahun ini ujian dibarengi dengan puasa ramadhan.Santri/Wati harus pandai pandai membagi waktu antara belajar dan beribadah yang biasanya ditingkatkan pada bulan puasa.Maka dari itu, dianjurkan bagi santri/wati untuk belajar segiat mungkin minimal 2 minggu sebelum ujian berlangsung.Demi mendukung proses belajar ini, pesantren turut memberhentikan kegiatan kegiatan seperti muhadarah, pramuka, serta club-club aktif lainnya.

Santriwati Ar-Raudlatul Hasanah Belajar Dengan Giat Meraih Sukses Ujian Akhir Tahun
Santriwati Ar-Raudlatul Hasanah Belajar Dengan Giat Meraih Sukses Ujian Akhir Tahun

Ujian akhir tahun ini berjalan selama 3 minggu.Ujian lisan dan tulisan.Ujian lisan selama 1 minggu terbagi menjadi 3 pelajaran yaitu: bahasa arab, bahasa inggris, dan ibadah.Bahasa arab mencakup pelajaran (nahwu, shorof, muthalaah, insya’, mahfuzat). Bahasa inggris mencakup (conversation, grammar, reading). Dan ibadah mencakup (surah pendek, doa-doa, serta sholat sunnah dan fardhu) ujian ini biasanya diuji oleh 2/3 ustad pada setiap ruangan.Sedang 2 minggu sisanya,untuk ujian tulisan yang terdiri lebih dari 20 pelajaran dengan pengawas yang berjumlah 2 orang pada setiap kelas.

Pada malam-malam ujian, santri/wati diwajibkan belajar malam pada tempat yang telah ditentukan dari jam 20.30 sampai jam 21.30.Para ustad/ustazah juga berkeliling pada malam itu untuk menjawab dan menjelaskan pelajaran yang belum dimengerti maupun terlupakan  oleh mereka.Setelah belajar malam dengan waktu yang telah diwajibkan, santri masih boleh belajar diluar asrama dengan batasan waktu jam 23.00 karena setelah itu santri/wati diwajibkan untuk memasuki asrama dan beristirahat.

Seakan mengetahui banyaknya pelajaran yang harus dihafal dan difahami, banyak dari santri/wati membuat kisi kisi setiap pelajaran.Ada yang membuat perkelas dan ada juga yang membuat secara individual.Untuk perkelas biasanya satu orang ditunjuk untuk membuat kisi-kisi satu pelajaran sehingga hasilnya bisa dijilid dan terkumpullah kisi-kisi seluruh pelajaran.Sementara individual biasanya membuatnya di kertas maupun catatan kecil, hal ini sering dilakukan bagi mereka yang tidak suka membawa banyak buku kemanapun mereka pergi.Sungguh banyak perujangan yang dikerahkan untuk menghadapi ujian akhir tahunini.Namun tak usah khawatir, karena siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia.ed.yoona

Berkunjung Ke Museum

 

Berkunjung ke Museum

kunjungan santri pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ke rahmat galery
kunjungan santri pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ke rahmat galery

Tepat pada tanggal 28 April 2017 santri dan santri wati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengunjungi Museum RAHMAT GALERY yang di ikuti oleh kelas 4 dan 3 intensive, kunjungan ini dilaksanakan setiap tahunnya atas tanggung jawab madrasah aliyah.Untuk mengikuti study tour ini,setiap santri diwajibkan untuk membayar sebesar Rp.40.000 per individu.Santriwati berangkat pagi hari jam 07.00 dengan menggunakan 8 buah angkot dan pulang pada jam 11.30 sedangkan santri berangkat setelah shalat jum’at dan kembali pada sore hari.Tidak hanya santri, wali kelas dan guru pelajaran biologi juga mengikuti study tour ini, mereka adalah Ustazah Jawarni,Ustazah Khairul Akmal, Ustazah Nurliani, Ustazah Halimah, Ustazah Irma Handayani,Ustazah Sri Wahyuni Bangun, dan Ustad Ilyas Museum ini didirikan oleh bapak DR. H.RAHMAT SHAH, beliau berasal dari jalan perdagangan, Simalungun. Museum tersebut terdapat di medan baru, dan memiliki kurang lebih 2000 hewan yang di awetkan. Museum ini sangat terkenal di INDONESIA, karena museum ini banyak di kunjungi oleh para pengunjung dari anak sekolahan sampai orang – orang terkenal. Di dalam museum terdapat Continue reading “Berkunjung Ke Museum”

Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Fillah!

Ukhuwah Islamiyah Adalah Panca Keempat dari Lima Panca Jiwa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Ukhuwah Islamiyah Adalah Panca Keempat dari Lima Panca Jiwa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Kehidupan di Pesantren diliputi oleh suasana persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah) yang akrab, sehingga segala kesenangan dirasakan bersama dengan adanya  perasaan keagamaan yang kuat. Ukhuwah Islamiyah tidak jauh dari kata persahabatan. Karena adanya jalinan persahabatan dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah. Ini tidak hanya didapatkan selama di pesantren, tetapi juga sepulangnya dari pesantren kelak, yang terhimpun dalam Ikatan Keluarga Ar-Raudlatul Hasanah (IKRH). Ukhuwah Islamiyah ini adalah Panca keempat dari lima Panca Jiwa Pesantren Ar- Raudlatul Hasanah. Continue reading “Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Fillah!”

SAY “NO” TO TRASH!

Raudlah. Ush. Sarmadiani Rambe adalah seorang guru yang terkenal akan kepeduliannya terhadap sampah. Beliau sangat anti dengan sampah yang berserakan di selokan atau dijalan. Jika beliau melihat sampah mulai tidak terkendali maka beliau akan menggerakkan santriwati untuk kerja bakti. Membersihkan Raudlah sampai tidak ada satupun sampah yang kelihatan. Beliau juga tidak segan untuk terjun langsung ketika proses kerja bakti berlangsung. Ustadzah tersebut bahkan merasa biasa saja ketika memungut sampah yang berada di selokan kamar mandi putri. Bagi beliau kebersihan Raudlah adalah sesuatu yang harus tetap dijaga, walaupun liburan sedang berlangsung. Karena dari kebersihan Raudlah itulah akan mewakili bagaimana orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Raudlatul Hasanah bersih tanpa sampah
Raudlatul Hasanah bersih tanpa sampah.

Sampah jika tidak dikelola dengan baik berpotensi merusak lingkungan. Mengakibatkan pencemaran baik pada tanah, air atau pun udara. Akan tetapi jika dikelola dengan baik, sebenarnya sampah-sampah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan baik dalam bentuk aslinya ataupun melalui proses pengolahan atau daur ulang. Agar sampah tidak merusak lingkungan maka lebih baik memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti: Continue reading “SAY “NO” TO TRASH!”

Public Speaking Untuk Bekal Masa Depan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa salah satu rasahia kesuksesan adalah public speaking. Public Speaking adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan gagasan, argumen, khutbah ataupun ceramah di depan banyak orang. Untuk itu Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah telah mendidik santri/watinya untuk public speaking  sejak tahun pertama masuk pesantren.

Public Speaking Contest di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah
Public Speaking Contest di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah

Di Pesantren public speaking adalah salah satu ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri/wati dari kelas 1-6 KMI. Public Speaking dilaksanakan dengan membagi santri/wati dalam beberapa kelompok yang terdiri dari + 30 orang santri/wati yang dikelomokkan secara acak. Dalam ekstrakulikuler ini santri/wati kelas 1-5 dibimbimbing oleh santri/wati kelas Akhir KMI. Dan setiap santri/wati akan mendapat gilirannya dalam menyampaikan khutbah paling tidak 1 kali dalam dua minggu. Continue reading “Public Speaking Untuk Bekal Masa Depan.”

Setiap Ada Pertemuan, Pastilah Ada Perpisahan

Setiap yang lahir, setiap yang berjumpa, setiap yang bertatap muka, setiap yang bersahabat, pun setiap yang bermusuh pastilah akan berpisah.Hanya sang Maha Kuasa dan waktulah yang mengetahuinya.Begitu pula dirasakan oleh santri akhir KMI kini. Setelah enam tahun lamanya melalui lika -liku kehidupan pesantren nan penuh rintangan dan kini mereka menggapai puncaknya.Menikmati momen terakhir kebersamaan, mereka mengadakan study tour ke danau toba ditemani wali kelas serta ustad/ustazah lainnya.

resepsi khataman santri akhir KMI Ar-Raudlatul Hasanah
Resepsi Khataman Santri/wati Akhir KMI Ar-Raudlatul Hasanah

Continue reading “Setiap Ada Pertemuan, Pastilah Ada Perpisahan”