Bendahara

Bendahara Pesantren

Dimulai dari harta benda wakaf berupa tanah seluas ± 4.432,5 m² yang merupakan penggabungan hasil penjualan tanah wakaf H. Fakhruddin Tarigan di Binjai yang disatukan dengan tanah wakaf dari H. Ahkam Tarigan dan          H. Mahdian Tarigan, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus berupaya untuk memberdayakan harta benda wakaf tersebut agar senantiasa produktif dan berkembang. Pendataan, pengelolaan dan pemberdayaan harta benda wakaf tersebut dinakhodai oleh Bendahara Pesantren, lembaga setingkat bidang di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

a. Pendataan Harta Benda Wakaf

Sebagai wujud memegang amanah ummat Islam secara keseluruhan, Bendahara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus berupaya untuk mendata dan mencatat daftar harta benda wakaf dari para pewakif atau perkembangan dari harta wakaf tersebut untuk kemudian dilaporkan kepada ummat Islam secara terbuka.

b. Perkembangan Tanah Sugau

Selain terus mendayagunakan harta benda wakaf, tahun ajaran 2014-2015 ini Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memulai untuk mengembangkan tanah wakaf yang berada di Desa Sugau seluas 74,760 m2. Tanah tersebut rencananya akan digunakan sebagai kampus 2 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, selain sebagai pusat pengembangan kajian dan terapan harta benda wakaf. Rencana-rencana tersebut masih terus dikembangkan dan didiskusikan sembari, hingga berita ini ditulis, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melakukan perataan tanah.

Leave a Reply